Belitung, Penababel.web.id - Peringatan Idul Adha 1447 Hijriah menjadi ruang makna yang lebih dalam bagi Belitung Televisi Berita (BTB). Tahun ini, momentum hari raya tersebut bertepatan dengan hari jadi ke-9, dan keduanya diperingati dalam satu napas kebersamaan melalui kegiatan sosial bertajuk “Lensa Kebaikan”.
Di halaman sederhana kantor redaksi, daging kurban dibagikan, doa-doa dipanjatkan, dan senyum-senyum kecil anak yatim menjadi pusat dari seluruh rangkaian kegiatan.
Suasana berlangsung khidmat, hangat, dan penuh rasa syukur seolah menghadirkan kembali makna Idul Adha sebagai hari berbagi dan merangkul sesama.
Tak hanya daging kurban, bantuan juga disalurkan dalam bentuk santunan tunai serta paket perlengkapan sekolah yang berisi alat tulis dan kebutuhan belajar.
Dibalik bingkisan sederhana itu, tersimpan harapan besar agar langkah kecil para anak yatim tetap memiliki cahaya untuk masa depan mereka.
Bagi sebagian anak, momen itu bukan sekadar menerima bantuan. Ada tangan-tangan kecil yang menggenggam erat bingkisan, ada mata yang sesekali berbinar, seakan menemukan kembali rasa diperhatikan di tengah kehidupan yang tak selalu mudah. Dalam diam mereka, tersimpan cerita-cerita yang tak selalu terucap, namun terasa begitu nyata.
Kegiatan sosial ini melibatkan jajaran internal perusahaan serta mitra pendukung. Pimpinan Redaksi Belitung Televisi Berita, Fachruddin Victory, bersama Edi Surahman, serta perwakilan Satlap Tri Cakti Sektor Belitung, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat.
Dukungan moral juga datang dari Dewan Pembina Belitung Televisi Berita, Daeng Jupri yang menegaskan bahwa media memiliki peran yang lebih luas dari sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan kepedulian yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Fachruddin Victory menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi refleksi perjalanan Belitung Televisi Berita yang hampir memasuki satu dekade.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Momentum ini sekaligus menjadi penguat komitmen kami untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang profesional, berimbang, dan tepercaya,” ujarnya.
Melalui Lensa Kebaikan, Belitung Televisi Berita meneguhkan kembali bahwa di tengah derasnya arus informasi, ada ruang yang tak boleh hilang, ruang empati.
Sebab jurnalisme, pada akhirnya, bukan hanya tentang apa yang diberitakan, tetapi juga tentang siapa yang bisa merasa lebih diperhatikan.
