Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

PIP CV MJA Menari Liar Tak Jauh Dari Tiang Pancang Dermaga Jetty Yang Merupakan Urat Nadi Warga

Bangka Barat, Penababel.web.id — Laut yang sejatinya menjadi pangkuan ibu yang teduh bagi para pencari nafkah, kini berubah menjadi panggung kecemasan yang bergemuruh. Pekatnya riak gelombang di kawasan Teluk Biah Mentok, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, tidak lagi hanya membawa aroma garam, melainkan bau ketakutan yang mengendap di sanubari para nelayan setempat, Jumat (22/5/2026).

Dikutip dari berita-fakta.com, Nafas kehidupan nelayan tradisional seolah sedang dipertaruhkan di ujung pipa raksasa. Aktivitas tambang timah Bangka Barat menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) kini kian agresif memakan ruang. Bak monster besi yang haus akan kekayaan perut bumi, ponton-ponton ini merayap terlalu dekat, mengepung, dan mengintip tepat di bibir dermaga jetty nelayan. Kedekatan yang tak wajar ini sontak memicu gelombang keresahan yang tak kalah hebat dari badai lautan.

Deru mesin PIP CV MJA PT Timah salah satu mitra resmi PT Timah Tbk terlihat menari-nari liar hanya dalam hitungan beberapa puluh meter dari tiang pancang dermaga. Pengerukan yang tiada henti itu tak ubahnya pisau yang perlahan mengiris fondasi tanah. Nelayan dihantui oleh bayang-bayang abrasi yang siap menelan bulat-bulat struktur dermaga penahan ombak tersebut, meruntuhkan tempat mereka menggantungkan asa hidup sehari-hari.

Dalam balutan amarah yang tertahan, sebuah gugatan moral pun terlontar dari bibir seorang nelayan yang menatap getir ke arah laut lepas.

“Kalau jetty ini sampai rubuh dikeruk terus-menerus, apakah pihak CV MJA mau bertanggung jawab dan menggantinya kembali? Jangan sampai ketika fasilitas kami hancur, mereka pergi meninggalkan puing,” cetusnya dengan nada getir, menyuarakan jeritan hati kolektif rekan-rekan seprofesinya.

Bagi masyarakat pesisir Teluk Biah Mentok, dermaga jetty itu bukanlah sekadar tumpukan batu dan beton mati. Ia adalah urat nadi, sebuah pelabuhan harapan tempat perahu-perahu kayu bersandar setelah bertarung melawan ganasnya samudra. Di sanalah bongkar muat hasil tangkapan dilakukan demi menyambung asap dapur keluarga. Ketika ponton-ponton pengisap timah itu merayap semakin pekat mendekat, dermaga itu seolah sedang menghitung hari menuju kehancurannya sendiri.

Di sisi lain cakrawala Teluk Biah, pemandangan kontras terlihat dari aktivitas PIP binaan CV TBM. Berbeda dengan saudaranya yang agresif mendekati daratan, armada ponton ini memilih berdiri tahu diri di jarak yang lebih aman dan menjauh dari fasilitas vital masyarakat. Bahkan, sebagian dari armada besi tersebut dikabarkan telah undur diri, terhempas keluar dari lokasi akibat hukum alam pasang surut air laut yang tak bisa diajak kompromi.

Kini, masyarakat dan nelayan Teluk Biah hanya bisa menaruh harapan pada ketegasan mata hukum. Mereka mendesak pihak-pihak berwenang serta dinas terkait untuk segera turun tangan, memasang kacamata pengawasan yang ketat, dan membatasi ruang gerak naga-naga pengisap timah tersebut. Jangan sampai atas nama investasi dan pengerukan pundi-pundi rupiah, keselamatan nelayan serta fasilitas umum yang menjadi tiang penyangga ekonomi rakyat kecil harus dikorbankan tanpa sisa. (Reza Erdiansyah, SH). 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan