AIK KETEKOK, Penababel.web.id – Membawa visi besar untuk perubahan tata kelola pemerintahan dan ekonomi tingkat desa, Calon Kepala Desa Aik Ketekok, Ilhamsyah Hasanuddin Putra, A.Md, secara resmi memaparkan rancangan besar pembangunan desa untuk jangka panjang. Dokumen komprehensif tersebut bertajuk “RENCANA STRATEGIS PEMBANGUNAN DAN TATA KELOLA DESA TERPADU DESA AIK KETEKOK SERTA PROGRAM KERJA 8 TAHUN”.
Mengusung visi utama "DESA TERPADU, EKONOMI TUMBUH, RAKYAT SEJAHTERA", Ilhamsyah menawarkan landasan kerja berkesinambungan yang dirangkum dalam satu akronim filosofis: ILHAM (*Inovasi, Lingkungan, Harmoni, Aksi, dan Mandiri*). Pilar-pilar ini dirancang untuk menjawab tantangan tata kelola lokal, digitalisasi pelayan publik, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Masterplan 8 tahun yang ditawarkan terbagi secara terstruktur ke dalam empat fase utama, di mana setiap fase berfokus pada sasaran strategis dua tahunan:
Fokus awal kepemimpinan dititikberatkan pada pembenahan internal birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan warga.
* Launching aplikasi *e-governance* desa guna mempermudah transparansi dan akses administrasi.
* Penguatan koordinasi berkala antara BPD, RT, dan RW.
* Restrukturisasi BUMDes serta pendampingan *e-commerce* bagi pelaku UMKM.
* Inisiasi program *Green Village* melalui pemilahan sampah dari rumah tangga dan penyediaan Wi-Fi publik gratis.
Memasuki tahun ketiga, percepatan roda perekonomian warga menjadi prioritas utama melalui modernisasi usaha dan infrastruktur pendukung.
* Digitalisasi dan sertifikasi 100% UMKM lokal.
* Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan yang dikelola bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
* Perbaikan dan peningkatan jalan desa untuk memperlancar distribusi hasil bumi.
* Pembangunan *Creative Hub* atau Balai Pelatihan *e-Commerce* sebagai pusat inkubasi bisnis warga.
Fase ini menyasar keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas daya saing sumber daya manusia.
* Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) skala desa yang mengolah limbah menjadi pupuk organik.
* Program penghijauan dan pembentukan lumbung pangan desa demi menjaga ketahanan pangan.
* Pemberian beasiswa kelas vokasional serta pelatihan *soft skill* bagi pemuda desa.
* Optimalisasi dan perbaikan sarana olahraga desa sebagai ruang aktivitas positif pemuda.
Pada tahap akhir masterplan, Desa Aik Ketekok ditargetkan telah mencapai titik kemandirian penuh yang berdaya saing tinggi.
* Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk kemandirian pangan di tingkat RT.
* Penyelenggaraan Festival Seni Budaya tahunan tingkat regional untuk mengangkat potensi lokal.
* Penguatan BUMDes sebagai pilar utama Pendapatan Asli Desa (PADes) yang mandiri.
* Evaluasi menyeluruh dan dokumentasi model "Desa Terpadu" sebagai percontohan nasional.
Dalam keterangannya, Ilhamsyah Hasanuddin Putra, A.Md, menekankan bahwa Rencana Strategis ini bukan sekadar lembaran janji politik, melainkan komitmen kerja terukur yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"Keberhasilan dari masterplan 8 tahun ini tidak terletak pada indahnya rancangan di atas kertas, melainkan pada sinergi yang kuat antara aparat desa, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh warga Aik Ketekok. Kuncinya adalah mengonversi visi menjadi aksi nyata demi menciptakan kemakmuran yang merata dan berlanjut,"ujar Ilhamsyah. (23/07/26).
Dengan Peta Jalan (*roadmap*) yang jelas dan terstruktur ini, gagasan Desa Terpadu diharapkan mampu membawa Desa Aik Ketekok menuju era baru yang lebih modern, sejahtera, dan mandiri secara ekonomi maupun tata kelola.
