Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Fachruddin Victory: Etika Jurnalistik dan Karya Harus Berimbang, Pers Adalah Pilar Demokrasi

Belitung, Penababel.web.id — Pemimpin Redaksi TV BTB (Belitung Televisi Berita), Fachruddin Victory, menegaskan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan perimbangan dalam setiap karya jurnalistik. Pria yang akrab disapa Bang Atup ini mengingatkan bahwa jurnalisme bukan sekadar memproduksi informasi, melainkan menjalankan amanah publik yang dilindungi oleh hukum secara ketat.

Dalam pernyataan resminya, Fachruddin memberikan sikap tegas mengenai kedudukan hukum pers di Indonesia. Beliau menekankan bahwa kemerdekaan pers yang hakiki wajib berjalan beriringan dengan ketaatan total terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Undang-Undang Pers bukan sekadar tameng pelindung bagi wartawan, melainkan sebuah komitmen moral yang mengikat. Di dalam UUD Pers diatur dengan jelas mengenai hak dan kewajiban kita. Kemerdekaan pers adalah pilar demokrasi, namun kebebasan tersebut mutlak harus dipertanggungjawabkan melalui hasil editan yang profesional, akurasi data, dan penyajian yang berimbang tanpa intervensi," ujar Atup dengan tegas. (09/07/2026). 

Di kalangan insan media dan kreatif, nama Fachruddin Victory sudah tidak asing lagi. Selain menakhodai TV BTB yang berpusat di Jalan A. Yani, Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Atup adalah seorang maestro seni yang telah membawa nama daerah ke panggung internasional.

Beliau dikenal luas sebagai penulis novel yang kritis, sutradara andal, sekaligus produser berbagai film lokal Belitung. Salah satu pencapaian puncaknya di dunia sinematografi terjadi pada 15 Februari 2018. Film karya penyutradaraannya berhasil mencetak sejarah dengan diluncurkan dan diputar secara perdana di atas Kapal Pesiar mewah, *Bounty Cruises*, Bali.

Pemutaran tersebut disaksikan langsung oleh ribuan penonton dari berbagai mancanegara, membuktikan bahwa sinema lokal Belitung memiliki daya saing global dan kualitas estetika visual yang diakui secara profesional.

Menatap masa depan, Fachruddin menaruh harapan besar pada pundak generasi muda Belitung. Di tengah derasnya arus digitalisasi, beliau mendorong pemuda daerah untuk tidak menjadi penonton pasif, melainkan menjadi pelaku aktif yang kreatif dan beretika.

"Saya ingin melihat anak-anak muda Belitung berani tampil ke permukaan dengan karya-karya yang genius. Kuasai teknologi, asah kemampuan penyuntingan dan literasi visual hingga ke tingkat paling profesional, namun jangan pernah melupakan akar budaya serta etika," harap Atup.

Beliau menambahkan bahwa masa depan industri kreatif dan media di Belitung berada di tangan generasi baru yang mampu memadukan kecanggihan teknis dengan idealisme yang kokoh. (Melky). 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan