Tanjung Pandan, Penababel.web.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui aksi nyata. Mengusung inovasi BEKISAH (Bapas Berkunjung Menginspirasi Siswa dan Sekolah), Bapas Tanjungpandan menggelar edukasi pencegahan perundungan (*bullying*) sekaligus menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah di SD Negeri 9 Tanjungpandan, Selasa (14/7/2026).
Dalam aksi kepedulian ini, sebanyak delapan siswa kurang mampu menerima bantuan berupa tas sekolah, buku, dan alat tulis. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Bapas Kelas II Tanjungpandan, Muhamad Irfani.
Pemilihan SD Negeri 9 Tanjungpandan bukan tanpa alasan. Selain karena lokasinya yang bersebelahan langsung dengan kantor Bapas, program ini merupakan langkah konkret dalam menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
Inisiatif ini dirancang agar setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung penuh 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Untuk memberikan pemahaman yang mendalam, Kepala Urusan Tata Usaha Bapas Tanjungpandan, Yovie Agustian Putra, bersama Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda, Bastian dan Endang Meidiansyah, turun langsung memberikan edukasi. Mereka mengajak para siswa mengenali bahaya *bullying*, pentingnya saling menghormati, serta cara membangun ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan emosional. Para siswa diajak menulis 'surat cinta' untuk orang tua sebagai media ekspresi kasih sayang dan rasa syukur, di mana beberapa siswa berkesempatan membacakannya langsung di depan kelas.
Tak kalah seru, para siswa juga menuliskan impian mereka pada selembar kertas, melipatnya menjadi pesawat kertas, lalu menerbangkannya bersama-sama. Aksi simbolis ini memicu riuh ceria sekaligus menjadi pelecut semangat mereka untuk mengejar masa depan.
Kepala Bapas Kelas II Tanjungpandan, Muhamad Irfani, menegaskan bahwa program BEKISAH adalah representasi dari hadirnya Pemasyarakatan di tengah masyarakat, khususnya dalam memperkuat karakter generasi muda.
"Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada fungsi integrasi dan pembimbingan, tetapi juga memikul tanggung jawab sosial untuk membentuk karakter generasi penerus. Melalui BEKISAH, kita tanamkan nilai toleransi dan semangat juang sejak dini. Bantuan yang kami salurkan diharapkan menjadi stimulus agar mereka lebih berprestasi," ujar Irfani.
Apresiasi tinggi turut datang dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri 9 Tanjungpandan, Elly Susilawati, menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif cerdas yang dibawa oleh tim Bapas.
"Edukasi pencegahan *bullying* ini dikemas dengan sangat menarik dan interaktif. Ditambah lagi dengan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa kami yang membutuhkan. Ini adalah motivasi besar sekaligus penguat pendidikan karakter yang luar biasa bagi anak-anak," ungkap Elly.
Melalui keberlanjutan program BEKISAH, Bapas Kelas II Tanjungpandan berharap dapat terus menyemai nilai-nilai positif pada lini pendidikan dasar, sekaligus memperkuat sinergi strategis antara institusi Pemasyarakatan dan dunia pendidikan di Kabupaten Belitung. (Melky).
