Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

AYO PILAH SAMPAHMU! KEBIASAAN KECIL, BERDAMPAK BESAR

Belitung, Penababel.web.id – Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan meminimalisir penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Salah satu langkah krusial yang terus disosialisasikan kepada masyarakat adalah gerakan memilah sampah secara mandiri dari lingkungan rumah tangga.

Memilah sampah bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan Belitung. Dengan memisahkan sampah sesuai jenisnya sejak dari sumbernya, proses daur ulang dan pengolahan sampah dapat berjalan jauh lebih efektif serta efisien.

Sebagai panduan praktis bagi masyarakat, DLH Kabupaten Belitung mengimbau warga untuk mengenali dan menerapkan pemilahan berdasarkan kategori warna wadah berikut:

* Tong Hijau – SAMPAH ORGANIK

* Karakteristik: Sampah yang mudah membusuk dan terurai secara alami.

* Contoh: Sisa makanan, potongan sayur, kulit buah, serta dedaunan kering.

* Manfaat: Dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos atau pakan ternak.

* Tong Kuning – SAMPAH ANORGANIK

* Karakteristik: Sampah yang sulit atau membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.

* Contoh: Botol/kantong plastik, kertas, kardus, dan kaleng bekas.

* Manfaat: Memiliki nilai ekonomi untuk didaur ulang kembali (*recycle*).

* Tong Merah – SAMPAH B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

* Karakteristik: Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan.

* Contoh: Baterai bekas, lampu neon, kemasan pestisida, dan limbah elektronik kecil.

* Tong Abu-abu – SAMPAH RESIDU

* Karakteristik: Sampah sisa yang sudah tidak dapat dimanfaatkan maupun didaur ulang kembali.

* Contoh: Popok bayi sekali pakai, pembalut, tisu bekas, dan puntung rokok.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung, Mardi Smolik, S.Si., M.Si., menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk memulai kebiasaan baik ini dari tempat tinggal masing-masing.

"Pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak dapat ditangani oleh pemerintah semata, melainkan butuh partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Memilah sampah dari rumah adalah langkah awal yang sangat sederhana, namun memiliki dampak yang luar biasa besar bagi pengurangan beban limbah daerah kita," ujar Mardi Smolik. (06/08/26). 

Beliau juga menyampaikan harapannya agar budaya memilah sampah dapat tumbuh menjadi gaya hidup baru di Kabupaten Belitung.

"Kami sangat berharap kebiasaan memilah sampah ini dapat tertanam menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari masyarakat Belitung. Jika setiap rumah tangga disiplin memilah sampahnya, lingkungan kita akan menjadi jauh lebih bersih, sehat, dan asri. Kebiasaan kecil yang kita lakukan hari ini adalah warisan terbaik untuk masa depan generasi mendatang dan kelestarian daerah kita," pungkasnya.

*Bersama Wujudkan Belitung yang Bersih, Hijau, dan Berkelanjutan.* (Melky). 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan