TANJUNG PANDAN, Penababel.web.id – Kabupaten Belitung siap menjadi pusat perhatian dunia dalam gelaran internasional Belitong UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 3 hingga 7 Agustus 2026. Mengusung tema yang memadukan keajaiban geologi (*geological wonders*), kekayaan keanekaragaman hayati (*rich biodiversity*), dan warisan budaya (*cultural heritage*), perhelatan ini makin mempertegas posisi Belitong sebagai kawasan berstandar global.
Acara internasional ini dijadwalkan hadir bersama para pakar geopark dunia, di antaranya:
* Dr. Jinfang Han – *Assistant Researcher* dari *China Tourism Academy*
* Kana Furusawa – *Secretary General of the Japanese Geoparks Network* sekaligus *Vice President of the Global Geoparks Network (GGN)*
Kehadiran para pakar internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara konservasi alam, riset geodiversitas, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di kepulauan Belitong.
Belitong dikenal memiliki lanskap alam yang memukau, mulai dari formasi batuan granit raksasa khas pesisir hingga program konservasi penyu yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistemnya. Keanekaragaman geodiversitas laut dan pesisir inilah yang menjadi fondasi kuat pengakuan Belitong sebagai *UNESCO Global Geopark*.
Menanggapi penyelenggaraan agenda berskala internasional ini, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarko, S.St.Pi., menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah, khususnya dari sektor kelautan dan perikanan.
"Penyelenggaraan event Belitong UNESCO Global Geopark ini bukan sekadar ajang promosi pariwisata, melainkan bukti nyata komitmen kita bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati laut Belitung. Formasi geologi unik dan keberadaan konservasi penyu di daerah kita adalah aset bernilai tinggi yang wajib kita jaga keberlanjutannya demi generasi mendatang," ujar Ade Winarko, S.St.Pi (01/08/26).
Beliau menambahkan bahwa kolaborasi antara konservasi lingkungan laut dan status geopark global akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian masyarakat lokal, khususnya para nelayan dan komunitas pesisir.
Rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari ini diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga warisan geologi dunia sekaligus memperkuat jejaring geopark internasional.
