AIK KETEKOK, Penababel.web.id - Berawal dari skala rumah tangga, kemandirian ekonomi dapat tumbuh pesat dari pekarangan sendiri. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh Ibu Taima, seorang ibu rumah tangga warga RT 06 Dusun Aik Ketekok, Desa Aik Ketekok, yang sukses mengembangkan usaha peternakan mandiri di lingkungan tempat tinggalnya.
Kisah sukses Ibu Taima tidak diraih dalam semalam. Perjalanannya dimulai saat ia masih berdomisili di Kelapa Kampit, di mana ia memberanikan diri membeli bibit burung puyuh unggulan seharga Rp25.000 per ekor secara bertahap—dimulai dari 10 ekor pertama, hingga menambah 10 ekor lagi ketika memiliki rezeki lebih.
Inovasi keluarga kemudian mendorong usahanya berkembang pesat. Sang anak berinisiatif membeli mesin penetas telur mandiri, ditambah dukungan rekan yang memberikan puyuh jantan untuk proses pembiakan. Berkat ketekunan tersebut, kini peternakan Ibu Taima tidak hanya berfokus pada burung puyuh, tetapi juga telah meluas dengan memelihara Ayam KUB, Ayam Omega, bebek, hingga serati.
Geliat ekonomi mikro yang ditunjukkan oleh Ibu Taima menjadi potret ideal dari visi pembangunan desa yang diusung oleh Ilhamsyah Hasanuddin Putra, A.Md., salah satu Calon Kepala Desa Aik Ketekok. Dalam pemaparan Resume Visi dan Misi Strategi Pembangunan dan Tata Kelola Desa Terpadu, Ilhamsyah mengusung slogan "BERINTEGRITAS • BERDEDIKASI • PROFESIONAL" dengan visi utama "DESA TERPADU, EKONOMI TUMBUH, RAKYAT SEJAHTERA".
Salah satu pilar utama dalam program kerja Ilhamsyah adalah Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah untuk Kemandirian Pangan di Tingkat RT, serta Penguatan BUMDes sebagai Pilar Utama Pendapatan Asli Desa (PADes) yang Mandiri.
Menanggapi potensi dan keberhasilan usaha warga seperti Ibu Taima, Ilhamsyah Hasanuddin Putra, A.Md. memberikan statement resminya:
"Kisah Ibu Taima di RT 06 adalah bukti konkret bahwa ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dari modal besar, melainkan dari pemanfaatan pekarangan rumah yang optimal dan semangat pantang menyerah. Inilah inti dari arah baru yang ingin kita bangun bersama di Desa Aik Ketekok.
Melalui strategi Desa Terpadu, pemerintah desa mendatang hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai fasilitator. Usaha-usaha mandiri berbasis RT seperti peternakan unggas milik Ibu Taima akan kita perkuat melalui interkoneksi program. Pemerintah desa siap memberikan pendampingan teknis, fasilitasi teknologi modern, hingga pengintegrasian hasil produksi warga ke dalam wadah BUMDes.
Dengan keterlibatan BUMDes sebagai pilar pemasaran dan pengolahan hasil panen warga, kita tidak hanya menjamin keberlanjutan ekonomi rumah tangga, tetapi juga membangun Pendapatan Asli Desa (PADes) yang mandiri. Jika setiap RT memiliki 'Ibu Taima' baru, saya optimistis Desa Aik Ketekok akan tumbuh menjadi desa yang mandiri pangan, berdaya secara ekonomi, dan sejahtera secara merata." Terang Ilham. (03/08/26).
Dengan sinergi antara semangat mandiri masyarakat dan tata kelola pemerintah desa yang terpadu serta profesional, Desa Aik Ketekok dinilai siap melangkah menuju era baru pembangunan yang berkelanjutan.
