BANGKA BARAT, Penababel.web.id — Suasana tegang melanda kawasan Keranggan–Tembelok pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 12.01 WIB. Sebuah insiden keributan diduga terjadi, berpusat pada seorang pengendara sepit yang juga dikenal sebagai pengantar ojek ponton selam yang dikabarkan hendak dikeroyok oleh sekelompok warga di lokasi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu diduga berkaitan dengan perselisihan soal jatah timah di kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas pertambangan ilegal. Pengendara sepit tersebut diduga terlibat dalam masalah pembagian hasil atau akses terhadap lokasi tambang yang memicu kemarahan sekelompok warga hingga berniat menyerangnya.
Dari hasil pengakuan "D" pengendara speed ponton selam menyebutkan jika dirinya waktu itu hendak membawa hasil timah dari ponton ke tanjung namun dihadang oleh rombongan "RD" dan meminta timah di speed. Merasa diminta dengan paksa D pun menolak sehingga ada perdebatan yang berujung panas karena sebelumnya rombongan RD telah dikasih timah sebanyak dua kali.
"Speed ku bawa timah tu dihadang kek rombongan RD tu. Speed ku dikelilingi kek 4 perahu sambil mereka maksa minta timah sambil bawa kayu. Karena merasa terancam, ku pun kabur bawa speed yang ada timah. Ku ni cuma upah bawah speed als ojek speed bukan pemilik ponton," aku D kepada jejaring media.
Sementara itu pengakuan warga kepada jejaring media penababel.web.id mengatakan hampir terjadinya pengeroyokan terhadap ojek ponsel karena supir speed boat mengacungkan parang panjang kewarga yang hendak ngereman atau nyanting. Karena acungan Parang panjang tersebut yang memicu emosi warga
Namun hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap maupun penyebab terjadinya keributan tersebut belum dapat dipastikan.
Perlu diingat juga bahwa kawasan Keranggan–Tembelok selama ini menjadi sorotan karena maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang terus berulang meski telah berkali-kali mendapat himbauan dan penindakan. Ketegangan sosial yang muncul saat ini menjadi tanda bahwa persoalan tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memicu konflik antarwarga yang bisa berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan.
Catatan Redaksi: Informasi mengenai dugaan pengeroyokan dan kaitannya dengan aktivitas tambang ilegal masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Redaksi akan terus menindaklanjuti perkembangan peristiwa ini.
