Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Klarifikasi Otoritas dan Nakhoda: Diduga Kapal Asing di Perairan Tanjungpandan Bukan Kapal Hisap Tambang

TANJUNGPANDAN, Penababel.web.id — Otoritas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpandan bersam Kasat Pol Airud Polres Belitung, DanposAl Mendanau dan Direktorat Polair Polda dan pihak manajemen kapal memberikan klarifikasi resmi guna meredam keresahan serta spekulasi warga, khususnya para nelayan lokal, terkait keberadaan kapal yang lego jangkar di perairan Tanjungpandan, Belitung. Yang di gelar diruang rapat Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjung Pandan. (17/08/26). 

Isu yang sempat beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa kapal tersebut merupakan kapal hisap tambang. Hal ini memicu kekhawatiran mengingat area tersebut merupakan jalur tangkap dan zona mata pencaharian utama para nelayan setempat.

Menjawab isu tersebut, Nakhoda kapal Floating Crane, Kapten Greogoris, menegaskan bahwa armada yang dipimpinnya bukanlah kapal hisap tambang, melainkan kapal *floating crane* (derek apung). Kapal jenis ini merupakan alat berat yang berfungsi untuk memindahkan muatan kargo curah ke kapal besar (mother vessel) serta mendukung proyek konstruksi lepas pantai.

Kapten Greogoris menjelaskan, keberadaan kapal tersebut di perairan Tanjungpandan murni bersifat transit darurat dan telah mematuhi seluruh prosedur keselamatan pelayaran yang berlaku.

"Kapal kami sedang dalam pelayaran dari Batam menuju wilayah Kalimantan Timur. Keberadaan kami di perairan Tanjungpandan sama sekali bukan untuk aktivitas penambangan, melainkan untuk keperluan darurat pergantian nakhoda karena kondisi kesehatan saya yang menurun," ujar Kapten Greogoris sambil menampakkan surat keterangan medis resminya.

Posisi nakhoda selanjutnya diserahterimakan kepada Kapten Asep Irawan sebagai pengganti resmi. Pihak manajemen kapal memastikan bahwa proses administrasi dan teknis pergantian krew selesai tepat waktu, dan kapal dijadwalkan kembali berlayar menuju Kalimantan Timur pada hari ini pukul 15.00 WIB

Sementara itu, pihak KSOP Tanjungpandan mengimbau masyarakat dan komunitas nelayan lokal agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Otoritas pelabuhan memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat hingga kapal *floating crane* tersebut meninggalkan perairan Tanjungpandan dan melanjutkan perjalanannya. (Melky). 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan