SELAT NASIK, Penababel.web.id - Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University memprakarsai pembuatan alat insinerator sampah ramah lingkungan yang diberi nama EcoBurn. Ini sebagai langkah nyata mengatasi permasalahan sampah anorganik di tingkat lokal, yang mana masyarakat sering kali membakar sampah di halaman rumah. Proses pembuatan alat ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Kamis, 30 Juli 2026 hingga 1 Agustus 2026, dan ditempatkan di lokasi strategis, yaitu di Belakang Gedung Karang Taruna Desa Petaling.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya kebiasaan pembakaran sampah secara terbuka di area pemukiman yang berpotensi mencemari udara serta mengganggu kesehatan masyarakat. Kehadiran alat insinerator ini dirancang sebagai fasilitas percontohan untuk membantu warga mengelola sampah secara lebih terkontrol dan efisien.
Rangkaian pengerjaan alat dilakukan secara mandiri oleh tim mahasiswa KKNT IPB melalui beberapa tahap utama, mulai dari persiapan dan perencanaan, pembuatan konstruksi, hingga uji coba kelayakan. Tak berhenti pada tahap pembuatan, alat insinerator ini juga disosialisasikan secara resmi kepada masyarakat Desa Petaling pada Minggu, 2 Agustus 2026 bersamaan dengan kegiatan sosialisasi Eko-Laboration. Dalam kesempatan tersebut, tim KKNT Desa Petaling mengenalkan prinsip, manfaat, serta cara penggunaan alat.
Untuk menjamin keberlanjutan pengoperasian alat ini, tim KKNT IPB bekerja sama dengan pemuda setempat dengan membentuk tim khusus dari Karang Taruna yang bertanggung jawab mengelola dan merawat secara berkala. Selain itu, mahasiswa IPB juga menyerahkan Buku Panduan Cara membuat dan Cara Penggunaan Insinerator sebagai pedoman teknis operasional maupun referensi replikasi alat di masa mendatang.
