MANGGAR, Penababel.web.id – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat koordinasi untuk menyikapi dinamika pertambangan timah di Wilayah Belitung Timur.
Sinergi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Babel, unsur Badan Intelijen Negara (BIN), Kejaksaan, serta Forkopimda Kabupaten Belitung Timur di Kantor Bupati Belitung Timur, Sabtu (8/8/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai langkah proaktif bersama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus merumuskan solusi atas berbagai keresahan warga terkait aktivitas pertambangan timah.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah bersama aparat penegak hukum adalah menjamin kestabilan dan kondusivitas wilayah. Di saat yang sama, penegakan hukum terhadap tindakan pidana atau pelanggaran aturan tetap berjalan secara tegas sesuai mekanisme.
"Yang utama adalah menjaga kamtibmas agar masyarakat merasa aman dan tenteram. Namun, penegakan hukum tetap berjalan. Jika ada unsur kriminalitas, proses hukum sepenuhnya ditangani pihak kepolisian," tegas Gubernur.
Terkait aspirasi masyarakat mengenai aktivitas tambang dan stabilitas harga komoditas timah, Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah telah mendengar dan merespons tuntutan tersebut. Tuntutan masyarakat mengenai penyesuaian harga timah menjadi salah satu poin utama yang sedang ditindaklanjuti secara bersama.
Gubernur juga mengingatkan para penambang agar senantiasa beroperasi di wilayah yang legal dan tidak merusak lingkungan.
"Silakan menambang di wilayah izin resmi PT Timah. Jangan mengganggu fungsi irigasi, kawasan hutan lindung, maupun Daerah Aliran Sungai (DAS). Mari kita kelola aktivitas pertambangan ini secara bijak dan tertib," imbaunya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menegaskan pemda sangat memahami kondisi ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertambangan. Pemerintah berkomitmen mencegah timbulnya konflik yang berpotensi merugikan masyarakat maupun daerah.
"Kami sangat memahami keresahan warga. Pemkab Beltim terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi, aparat keamanan, dan PT Timah untuk menghadirkan solusi terbaik. Fokus kita adalah agar masyarakat tetap bisa bekerja dan roda ekonomi berjalan, namun seluruh prosesnya wajib mematuhi aturan serta menjaga ketertiban umum," ujar Kamarudin.
Kamarudin turut mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana, serta menyalurkan aspirasi melalui ruang dialog dan musyawarah yang resmi.
"Aspirasi masyarakat akan terus kita kawal dan perjuangkan melalui jalur yang benar. Jangan sampai ada warga yang dirugikan. Mari kita jaga Belitung Timur bersama-sama, karena rasa aman dan ketenteraman adalah milik kita semua," pungkasnya.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama Forkopimda berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang transparan dan inklusif guna mengawal penyelesaian masalah pertambangan demi kemaslahatan masyarakat luas. (Dedy)
