Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Wartawan Beltim Soroti Penanganan Kasus Bijih Timah yang Dibawa ke Tanjungpandan

BELITUNG TIMUR, Penababel.web.id — Sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menyoroti pola penanganan dan publikasi kasus bijih timah yang terjadi di wilayah hukum Beltim, namun barang bukti maupun proses konferensi persnya justru dipusatkan di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Senin,(17-8-2026)

Para jurnalis Beltim menilai kondisi tersebut kurang etis karena mereka yang sehari-hari meliput berbagai peristiwa di wilayah hukum Belitung Timur justru kerap tidak mendapatkan informasi maupun kesempatan untuk memperoleh keterangan secara langsung dari aparat penegak hukum.

Keluhan tersebut kembali mencuat setelah sejumlah kasus bijih timah yang diamankan di wilayah Beltim dibawa ke Tanjungpandan untuk proses lebih lanjut dan konferensi pers.

Salah satunya terkait kasus 28 ton bijih timah yang sebelumnya diamankan dan kemudian dibawa dari Polres Belitung Timur ke Tanjungpandan. Selain itu, terdapat pula kasus 80 ton bijih timah yang diamankan dari wilayah Manggar oleh Pos Angkatan Laut Manggar dan selanjutnya dibawa ke Tanjungpandan.

Sejumlah wartawan Beltim mengaku ketika meminta keterangan terkait perkara tersebut, mereka kerap diarahkan untuk menunggu konferensi pers yang akan digelar di Tanjungpandan.

“Kalau kejadiannya di Belitung Timur, tentu kami berharap wartawan yang bertugas di Beltim juga mendapatkan akses informasi yang sama. Selama ini kami selalu aktif memberitakan berbagai kejadian dan kasus yang terjadi di wilayah hukum Belitung Timur,” ujar salah seorang wartawan Beltim.

Menurut para jurnalis, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai lokasi konferensi pers, tetapi menyangkut akses informasi bagi wartawan yang bertugas di daerah tempat perkara tersebut terjadi.

Wartawan Beltim selama ini secara aktif mengikuti perkembangan kasus pertambangan, khususnya perkara bijih timah, mulai dari proses pengamanan barang bukti hingga perkembangan penyidikan.

Mereka berharap aparat penegak hukum dapat memberikan ruang yang proporsional kepada seluruh wartawan, termasuk jurnalis yang bertugas di Belitung Timur, untuk memperoleh informasi secara langsung dan berimbang.

Para wartawan juga berharap ke depan koordinasi antara aparat penegak hukum dengan insan pers di Beltim dapat diperbaiki, sehingga informasi mengenai kasus hukum yang terjadi di daerah dapat disampaikan secara cepat, transparan dan tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap wartawan berdasarkan wilayah tugas.

Bagi wartawan Beltim, konferensi pers di Tanjungpandan bukan menjadi persoalan apabila seluruh jurnalis mendapatkan akses dan informasi yang sama. 

Namun, mereka menilai perlu ada perhatian terhadap keberadaan wartawan lokal yang selama ini berada di lapangan dan secara konsisten memberitakan berbagai persoalan di wilayah Belitung Timur. (Dedy). 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan