Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Aktifitas Tower Rajuk di DAS Kampak Sepi Saat Siang, Mengintai Ketika Malam? Polres Bangka Barat Diminta Tegas Cegah Pengulangan

JEBUS, Penababel.web.id — Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, yang belakangan menjadi sorotan utama karena dibanjiri ponton rajuk dari berbagai daerah, kini tampak sepi setelah dilakukan himbauan humanis hingga penegasan tegas oleh Polres Bangka Barat bersama Ditpolairud Polda Babel beberapa hari lalu . Namun ketenangan itu memunculkan kekhawatiran baru: apakah benar berhenti, atau sekadar pindah ke kegelapan malam?

Pola yang Terulang: Hening Saat Diawasi, Hidup Saat Lupa

Sejarah singkat bulan Agustus 2026 menjadi pelajaran berharga. Saat itu, razia dilakukan, aktivitas mereda namun tak benar-benar mati. Penambang diketahui beroperasi secara kucing-kucingan: bersembunyi di siang hari, mengerahkan alat di malam hari saat pengawasan menipis.

Lebih memprihatinkan, muncul dugaan adanya biaya koordinasi yang dikelola oleh panitia di lokasi. Selama berita belum viral, kegiatan berjalan tanpa hambatan. Baru setelah pemberitaan menyebar luas, Polsek Jebus, Satpolairud Polres Bangka Barat, dan Ditpolairud Polda Babel turun tangan pada awal September 2026 .

Keuntungan Bos Besar di Balik Kegelapan

Alasan mengapa para penambang kemungkinan besar akan kembali berusaha beroperasi tersembunyi sangat jelas: nilai keuntungan yang dinikmati oleh para pemodal besar. Di balik keramaian ponton-ponton itu, ada pihak yang secara nyata diuntungkan dan kerugian akibat penghentian sementara tentu memicu upaya mencari celah baru.

Publik bertanya:

Apakah patroli yang dilakukan saat ini bersifat berkelanjutan dan menyasar jam-jam rawan (malam dini hari)?

Apakah yang dipantau hanya permukaan, atau sampai ke akar pemodal yang menunggangi aktivitas tersebut?

Apakah mekanisme "biaya koordinasi" yang diduga ada telah ditelusuri sampai ke puncak jaringannya?

DAS Kampak & Mangrove: Tak Boleh Lagi Dikorbankan

Kawasan DAS Kampak bukan sekadar lokasi tambang ia adalah daerah aliran sungai sekaligus kawasan hutan mangrove yang menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kerusakan yang terjadi tidak hanya merampas kekayaan alam, tetapi menghancurkan masa depan nelayan, merusak sumber air, dan mempercepat abrasi pantai.

Jika dibiarkan berulang, maka yang rusak bukan hanya lingkungan melainkan kepercayaan masyarakat terhadap kepastian hukum.

Redaksi Mendesak Jawaban Tegas dari Polres Bangka Barat

Sebagai pemegang kekuasaan wilayah hukum, seluruh mata tertuju kepada Polres Bangka Barat:

- Jika ditemukan kembali beroperasi tersembunyi di malam hari, tindakan tegas apa yang akan diambil agar ada efek jera?

- Apakah peralatan akan disita, pemodal ditindak, atau sekadar diminta pindah tempat lain?

- Apakah ada komitmen patroli malam berkelanjutan, bukan hanya saat pemberitaan sedang memanas?

- Bagaimana memastikan kawasan DAS dan mangrove ini benar-benar dikembalikan ke fungsi aslinya, bukan sekadar berhenti sementara?

Masyarakat tidak menuntut imbauan. Masyarakat menuntut kepastian hukum yang tidak pandang bulu siapa pun pemodalnya, seberapa besar keuntungannya, dan seberapa gelap operasinya.

Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau dan diberitakan. (AWAM BABEL/Reza Erdiansyah, SH). 

 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan