Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Di Balik Pasir dan Kapal: Misteri Aktivitas KIP Cinta IV di Perairan Sukadamai

Bangka Selatan, Penababel.web.id — Selama hampir dua bulan melakukan pantauan dan penyelidikan di lapangan, tim redaksi menemukan adanya jejak aktivitas yang mencurigakan di perairan Laut Sukadamai, Pulau Dapur. Di sana, sebuah Kapal Induk Pengolahan (KIP) bernama Cinta IV sedang berlabuh tenang. Namun di sekelilingnya, tersembunyi gerak-gerik yang tak biasa.
 
Warga sekitar memecah keheningan itu. Beberapa minggu lalu, mereka melihat sendiri: orang-orang memungut pasir pantai, memasukkannya ke dalam karung-karung, lalu mengangkutnya dengan perahu nelayan menuju KIP Cinta IV. Pasir itu naik ke atas kapal. Anehnya, keesokan harinya, puluhan karung berisi pasir itu diturunkan kembali ke darat.
 
"Beberapa minggu lalu emang ada, bang. Pengambilan pasir pantai pakai karung, diangkut ke kapal nelayan terus dilangsir ke KIP Cinta IV. Tapi setelah dibawa ke atas, besoknya diturunkan lagi ke darat," ungkap salah satu warga kepada tim redaksi, suaranya berhati-hati seakan takut diketahui banyak pihak.
 
Fakta ini pun diketahui oleh Rambo, Ketua HNSI DPC Bangka Selatan. Ia membenarkan bahwa warga memang membawa karung berisi pasir naik ke kapal itu, namun ada bagian yang tak ia ketahui.
 
"Emang ada, Pak. Warga bawah karung berisi pasir ke KIP itu. Tapi saya tak mengetahui kalau setelah itu diturunkan kembali ke darat," aku Rambo.
 
Menurut keterangannya, KIP Cinta IV dikabarkan sedang dalam masa perbaikan, sehingga seharusnya tak ada aktivitas produksi.
 
"Setahu saya KIP itu sedang diperbaiki, tidak ada kegiatan produksi. Mungkin saja pasir itu untuk keperluan perbaikan. Untuk lebih jelasnya, tanyalah kepada Direktur yang lebih mengetahui," tambahnya.
 
KIP Cinta IV yang berlabuh di perairan ini bernaung di bawah PT PTI. Di sinilah muncul tanda tanya besar yang tak terjawab. Jika benar kapal itu sedang perbaikan dan tak berproduksi, dari mana perusahaan memperoleh bijih timah yang diklaim sebagai hasil produksinya?
 
Dan mengapa pasir pantai diangkut naik ke kapal, lalu dibawa turun lagi ke darat sehari setelahnya? Tindakan itu tampak sia-sia jika hanya untuk keperluan perbaikan. Apakah ada maksud lain di baliknya?
 
Pertanyaan lain pun muncul: apakah pihak berwenang telah mengetahui adanya kejadian ini? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan di balik tumpukan karung pasir itu? Hingga kini, misteri itu masih mengapung di perairan Sukadamai, menanti jawaban yang jujur dan terbuka.
 
catatan redaksi : Hingga berita ini diterbitkan Redaksi masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak terkait dan memberikan ruang hak jawab kepada PT PTI. 
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan