Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Ada Dugaan Kepala MTs GUPPI Malintang Sunat Dana PIP Siswa, Penegak Hukum Harus Bertindak

Malintang, Sumatra Utara, Penababel.web.id - Pusaran berbagai badai skandal tak henti menyeret MTs GUPPI Malintang dan terus mencuat ke permukaan. Berbagai kasus yang selama ini terkesan tertutupi, kini ibarat kran air mengalir perlahan terbuka satu persatu. Sebelumnya diberitakan, dugaan pungli (pungutan liar) oleh oknum Kepala Madrasah Amir Mahmud kepada sejumlah guru honorer dengan nominal yang memberatkan dengan dalil keperluan PSSB (Pakaian Seragam Siswa Baru), kini tersiar kabar para siswa/i miskin yang memperoleh dana PIP (Program Indonesia yang Pintar) juga kecipratan sial akibat pemotongan oleh oknum pimpinan Madrasah.

Sontak hal ini menjadi perhatian serius sejumlah pihak dan meminta APH (Aparat Penegak Hukum) untuk segera mengusut tuntas kasus ini.

"Sungguh memprihatinkan, dunia pendidikan Islam makin tercoreng dan dinodai dengan tindakan semenamena dan penyalahgunaan jabatan oknum kepala Madrasah dengan melakukan penyunatan massal Dana PIP (Program Indonesia Pintar) Tahun 2025 yang diperuntukkan untuk siswa miskin di MTs GUPPI Malintang. Pihak berwajib harus turun mengusut tuntas kasus ini," ungkap wali siswa bermarga Batubara yang minta identitasnya dirahasiakan ketika awak media mendatangi madrasah, senin pagi (26/05).

Sumber tersebut menyebut, dana PIP sejatinya dalam aturan regulasi adalah milik mutlak siswa/i miskin yang tidak boleh dipotong dengan dalih apapun, karna sumber Dana PIP berasal dari pemerintah pusat untuk membantu biaya personal peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan biaya pendidikan agar tidak putus sekolah. Namun fakta mengejutkan, dana PIP yang diterima siswa tidak utuh karna diduga telah disunat oleh oknum pimpinan madrasah di MTs GUPPI Malintang.

Sedangkan sumber lain bermarga Hasibuan, membeberkan kejanggalan dan modus operandi yang dilakukan oleh oknum kepala madrasah tersebut dengan sengaja melakukan proses pencairan dana PIP secara mendadak di akhir bulan Desember 2025, ke bank penyalur (Bank Rakyat Indonesia) secara sendiri (one man show) dengan mengantongi sejumlah dokumen berupa KK, KTP ortu siswa dan surat kuasa dari seluruh siswa penerima dana PIP.

 

Padahal di sekolah lain, para siswa/i datang secara beramai ramai ke bank penyalur disebabkan dana PIP ditransfer ke rekening/ATM siswa ybs.dan didampingi oleh perwakilan sekolah. Tapi di MTs GUPPI Malintang, hal tersebut dilakukan oleh kepala sekolah secara sendirian tanpa kehadiran siswa/i penerima dana PIP. 

"Hal ini sangat tidak lazim, kami juga heran kenapa dana PIP bisa dicairkan oleh oknum kepala madrasah, tanpa kehadiran para siswa/i penerima dana PIP. Mungkin telah ada kesepakatan tersembunyi dan kongkalikong antara oknum dengan pihak Bank," ungkap warga tersebut dengan heran.

Lanjut sumber tersebut, setelah dana PIP dicairkan secara cash oleh oknum pimpinan madrasah, para siswa kemudian dikumpulkan di sekolah untuk penyaluran. Dana PIP yang seharusnya diterima utuh oleh persiswa sebesar Rp. 780.000, tetapi yang diterima hanya sejumlah Rp. 400.000 perorang. Namun lebih miris lagi uang Rp 400.000 ribu tersebut kemudian dipotong lagi Rp. 125 ribu lagi dengan dalih biaya pembuatan ijazah dan administrasi lainnya. Jadi total bersih yang diterima siswa penerima PIP kelas IX hanyalah Rp. 275.000.

Ketika ditanyakan jumlah siswa penerima PIP tahun 2025, sumber tersebut tidak mengetahui secara pasti. Tapi katanya berkisar antara 75-80 orang.

"Tindakan oknum kepala madrasah tersebut tidak bisa ditoleransi lagi, karna mencekik siswa. Ini kejahatan luar biasa yang harus diusut pihak berwajib," geramnya.

Menyikapi ini sejumlah aktivis mahasiswa di Kab Mandailing Natal sontak ikut bersuara.

 "Kapolres Madina dan Kakankemenag harus mengusut kasus dugaan Pungli terhadap dana PIP ini secara profesional dan transparan. Jangan hanya menunggu laporan di meja. Tapi turunkan segera tim untuk mengaudit masalah ini sampai ke persoalan BOS sekolah yang diduga bermasalah," tegas Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Tabagsel (Gempita) Ahmad Duroni Lubis kepada wartawan (27/05) saat dimintai tanggapannya seputar Pungli PIP ini.

Sampai berita ini diterbitkan, wartawan belum berhasil mendapatkan jawaban konfirmasi dari Kepala madrasah, karna pada hari itu (senin pagi, 26/05), beliau tidak bisa dijumpai karna berada diluar sekolah.

"Pak amir sedang berada diluar pak," ungkap seorang guru ketika ditanyakan keberadaan kepala sekolah. (Tim/rilis).

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan