Bali, Penababel.web.id - Sebuah tanggal yang penuh makna bagi keluarga besar Persatuan Badut Bali (PBB). Di bawah langit tepi senja yang damai, para anggota berkumpul bukan hanya sekadar untuk merayakan angka, melainkan untuk merayakan sebuah perjalanan panjang dedikasi, seni, dan persaudaraan. (10 Juni 2026).
Semuanya bermula sepuluh tahun lalu, dari sebuah ide sederhana di sebuah kamar kos di bilangan Gg. Cendrawasih, Sidakarya, Denpasar. Saat itu, segelintir sahabat yang berkarya di Bidang seni Entertainment, MC, magician, Dekorasi ballon Acara ulang tahun dan clown / Badut memiliki mimpi yang sama.
Mereka ingin membentuk sebuah wadah yang mampu menaungi, merangkul, dan memberikan ruang bagi mereka yang memiliki rasa senasib sepenanggungan. Dari pertemuan demi pertemuan, lahirlah Persatuan Badut Bali (PBB)—sebuah keluarga yang kini telah tumbuh menjadi rumah bagi para kreator tawa.
Kini, di bawah kepemimpinan Bapak Luxas, PBB telah memasuki fase yang jauh lebih dewasa dan progresif. Berbagai kegiatan, baik internal maupun eksternal yang bersifat sosial, telah berhasil dilaksanakan dengan penuh semangat.
Dalam momen syukuran tersebut, Ibu Sita, sosok yang sangat dihormati dan dituakan di lingkungan PBB, memberikan pesan mendalam yang menyentuh hati. Buat saya, saya ada disini Bersama teman teman semua, Kita teman kita Sudah Saodara kita sudah keluarga, Keluarga Besar, Susah senang kita Bersama sama," ujarnya .
Beliau menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kerukunan. Beliau berpesan bahwa dalam sebuah organisasi, gesekan adalah hal yang manusiawi. Namun, di sanalah kedewasaan kita diuji. Beliau juga berpesan dengan bijak untuk menghindari stigma negatif Saling menjatuhkan seperti sebutan2 yang kurang enak di dengar, karena setiap orang memiliki hak untuk berkembang, berproses, dan mengejar kesuksesan yang menjadi hak milik setiap insan.
Suasana semakin hangat saat prosesi pemotongan kue dilakukan, disusul dengan indahnya percikan kembang api yang menerangi malam, dan ditutup dengan doa bersama sebagai wujud syukur atas usia satu dekade ini. Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada Ajik Dewa, yang telah berjibaku luar biasa bersama seluruh sahabat Persatuan Badut Bali (PBB) dalam mempersiapkan segala kebutuhan acara hingga terselenggara dengan sukses.
Hidup PBB! Semoga di usia yang ke-10 ini, ikatan kita semakin solid, makin kompak, dan terus menebar kebahagiaan bagi banyak orang dalam kebersamaan yang tulus. Rod/ZH.
