Opini oleh : Rony Christyawan.S,pd.,S.H.
Sungailiat, Penababel.web.id - Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung di Air Itam, Pangkalpinang, dipenuhi gemuruh antusiasme ratusan pelajar pada Kamis malam (11/6/2026).
Momentum tersebut menandai penutupan resmi rangkaian akbar Lomba Kriya Tingkat SMA/MA/SMK/Sederajat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 oleh Gubernur Hidayat Arsani.
![]() |
| Karya dari limbah tak berguna dan hanya tuk pajangan |
Agenda strategis yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini dihadiri langsung oleh Gubernur Hidayat Arsani. Turut mendampingi, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, unsur Forkopimda, perwakilan bupati dan wali kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, para kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. Ratusan peserta yang terdiri atas siswa, guru pendamping, kepala sekolah, dan para juara lomba dari berbagai kabupaten/kota se-Bangka Belitung tampak memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan haru menyaksikan kreativitas serta talenta luar biasa yang ditunjukkan anak-anak muda Negeri Serumpun Sebalai di bidang sains, seni, olahraga, hingga kewirausahaan.
Disini Gubernur sangat menegaskan komitmen penuh jajaran pemerintah daerah untuk mengawal para pemenang yang akan menjadi delegasi resmi Provinsi Bangka Belitung di tingkat nasional.
Bagi anak-anak yang berhasil meraih juara dan akan mewakili Babel di tingkat nasional, persiapkan diri kalian dengan maksimal. Pemerintah daerah akan selalu mendukung penuh langkah para peserta untuk mengharumkan nama Serumpun Sebalai.
Puncak acara ditandai dengan pengumuman resmi para pemenang lomba dan penyerahan trofi secara simbolis oleh Gubernur Hidayat Arsani. menyerahkan hadiah utama untuk juara pertama cabang Automobile Technology yang diraih oleh Ahmad Fahri siswa berprestasi dari SMA Negeri 3 Pangkalpinang ,yang menjadi masalah di hasil penentuan juara cabang Automobile Technology ini juara pertama yang diraih oleh Evan peserta didik dari SMA negeri 3 Pangkalpinang sebenarnya jauh panggang dari api sebab karya ini tidak mewakili Automobile Technology menurut sudut pandang saya sebagai pelaku Seni (patung, lukis, menulis) karya dari Ahmad ini adalah seni Template dari internet. Bukan Automobile Technology, yang fungsi dari karya itu hanya sebagai pajangan bukan karya yang mengedepankan technology tepat guna yang dibalut karya seni dari limbah yang ada, jadi kurang mengena di Juknis Lomba.
![]() |
| Karya seni dari limbah yang berfungsi dan bermanfaat |
Oleh sebab itu juri yang menentukan hasil final dari lomba itu wajib dipertanyakan Kredibilitas dan Netralitas nya .
Kita juga menyadari bahwa tantangan berikutnya di tingkat nasional akan jauh lebih berat.
Setelah ini, tanggung jawab tentu lebih besar karena harus membawa nama Bangka Belitung ke tingkat nasional. Apakah hasil final ini nanti bisa berkompetitif di ajang tingkat nasional ? jika penentuan dari hasil kompetisi ini sarat dengan juara PESANAN dan memaksakan diri demi gengsi tanpa melihat dengan jeli mana karya yang benar benar patut dan layak disebut karya yang murni sesuai kritera dan juknis pada materi Lomba , Jika dilihat dari kacamata PENJURIAN yang benar benar netral harusnya memberikan penilaian sesuai JUKNIS (petunjuk tehnis) sesuai materi lomba dan ketika penentuan pemenangpun sebenarnya para juri sudah bersepakat untuk menentukan sang juara satu nya Disini kontradiksi pun berlangsung dan muncul argumen dari salah satu anggota dewan juri untuk memenangkan peserta yang diluar yang akan ditentukan oleh para dewan juri.
Dan dewan juri harusnya memberikan nilai di penguatan di visual art bukan di template internet, dan kerumitan, unsur daerah lokal dan tuntutan pasar serta fungsionalnya bukan sekedar barang PAJANGAN.Dan sangat jelas terlihat Juara yang Dipaksakan untuk bertarung dikancah nasional akan menghadapi DUNIA NYATA yang dewan jurinya gak bisa Di BELI hanya demi GENGSI sebab jika semua bisa dibeli demi GENGSI hancur negeri ini sebab anak anak bangsa yang benar benar berdedikasi akan tergerus oleh kepentingan Gengsi yang didalamnya hanyalah nol besar tanpa ide kreatif.
salam waras terus berkesenian sebab murni karya seni adalah Aplikasi kejujuran itu sendiri.


