Bangka Barat, Penababel.web.id - Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Bangka Barat terus diperkuat. Kali ini, dukungan datang dari PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) yang menyalurkan 70 paket beras kepada keluarga risiko stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Humas CSR PT THEP, Bastian Apriliyanto Tampubolon, kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bangka Barat, Sarbudiono, S.Pd., di Kantor DP3AP2KB Bangka Barat, Kamis (4/6/2026).
Bagi Sarbudiono, bantuan itu bukan sekadar paket beras yang akan dibagikan kepada masyarakat. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol bahwa persoalan stunting harus dihadapi secara bersama-sama.
"Stunting bukan hanya persoalan kesehatan. Ini menyangkut masa depan generasi, kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Karena itu, kami terus mengajak semua pihak untuk ikut menjadi bagian dari solusi," kata Sarbudiono.
Menurut dia, masih banyak keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memicu risiko stunting.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terus mendorong keterlibatan berbagai pihak melalui Program GENTING.
Program ini dirancang untuk menghubungkan keluarga risiko stunting dengan berbagai pihak yang ingin berkontribusi, mulai dari perusahaan, organisasi, komunitas, hingga individu.
Melalui program tersebut, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pangan, tetapi juga edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, hingga dukungan sosial lainnya.
Sarbudiono menilai keberhasilan menurunkan angka stunting tidak mungkin dicapai jika hanya mengandalkan pemerintah.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menyelamatkan generasi masa depan.
"Ketika perusahaan, komunitas, organisasi, dan masyarakat mau bergerak bersama, maka peluang kita menyelamatkan lebih banyak anak dari risiko stunting akan semakin besar," ujarnya.
Ia pun mengapresiasi langkah PT THEP yang ikut terlibat dalam Program GENTING.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT THEP yang telah berpartisipasi sebagai mitra dalam Program GENTING. Bantuan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membantu keluarga risiko stunting," katanya.
Di sisi lain, PT THEP menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam program-program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Humas CSR PT THEP, Bastian Apriliyanto Tampubolon, mengatakan dukungan terhadap Program GENTING merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurutnya, menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan bersama.
"Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas. PT THEP berkomitmen untuk terus mendukung program-program sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat," ujarnya.
Bastian mengatakan perusahaan meyakini bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas kehidupan masyarakat.
Karena itu, PT THEP berupaya mengambil bagian dalam berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pencegahan stunting.
Sebanyak 70 paket beras yang disalurkan PT THEP akan diberikan kepada keluarga risiko stunting yang telah terdata sebagai sasaran intervensi pemerintah daerah.
Bagi sebagian keluarga, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak.
Sarbudiono menegaskan, keberhasilan Program GENTING tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang tersalurkan.
Menurutnya, ukuran keberhasilan yang paling penting semakin banyak anak yang tumbuh sehat dan semakin kuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting.
"Jika hari ini kita gagal mencegah stunting, maka yang dipertaruhkan adalah masa depan generasi. Tetapi jika semua pihak bergerak bersama, kita sedang menyiapkan Bangka Barat yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih kuat di masa depan," tegasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Bangka Barat terus memperkuat langkah menuju generasi bebas stunting.
Sebab, di balik setiap bantuan yang diberikan hari ini, tersimpan harapan besar agar tidak ada anak Bangka Barat yang kehilangan masa depannya akibat kekurangan gizi.
