Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Kematian Rasid?? Kerjaan Ilegal Tembelok-Keranggan Hanya Pentingkan Segilintir Tanpa Pedulikan Nyawa

Bangka Barat, Penababel.web.id - Nama Gopari selaku pengurus didalam grup penambang ilegal di perairan laut tembelok-keranggan sebelumnya sempat terseret dalam kasus Anita Peragon yang ditangkap pada 24 Mei 2026 lalu oleh timgab dari Polres Bangka Barat, Satpolair Polres Bangka Barat dan Polsek Muntok dikarenakan anita bernyanyi, kini kembali viral setelah namanya disebut-sebut atau dikaitkan dalam kecelakaan kerja yang menimpa Rasid (39) meninggal dunia akibat tertimpa tanah disaat melakukan penyelaman. 

Berdasarkan info dilapangan dan dari sumber yang didapat, Alm Rasid ini masuk dalam grup Gopari. 

"Para pelaku tambang ilegal ni banyak grupnya. Mulai dari grup Mael, Iwan Jep dan Gopari. Alm ini masuk dalam grup e Gopari dan semua grup ini kalau nek gawe kordinasi dulu kek anggota piket jaga malam," kata salah satu penambang yang pontonnya tak beroperasi selama 3 hari ini. 

"Kamek jak ndak berani gawe bang kalau dakde berita dari para pengurus grup. Kata pengurus grup gawe malam ni jam sekian make kamek gawe. Kamek jak setor bang tuk bantu urus kordinasi e," aku penambang tersebut (nama dirahasiakan) yang tak tahu jika sedang di wawancara oleh rekan media, Minggu (28/06/2026). 

Dikutip dari pemberitaan radakbabel.com, Rasid (39), warga Desa Teluk Limau, meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah saat melakukan penyelaman di lokasi tambang pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 01.20 WIB. Menurut keterangan keluarga dan sejumlah rekan korban, aktivitas tambang tersebut diduga dikelola oleh seorang pria bernama Gopari, yang disebut telah lama berkecimpung dalam dunia pertambangan ilegal.

“Gopari yang urus, Pak. Kami hanya menjalankan instruksi dan katanya sudah ada koordinasi dengan aparat,” ujar salah seorang rekan korban.

Pernyataan tersebut merupakan klaim dari narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak yang disebut dalam keterangan tersebut juga belum memberikan tanggapan.

Keluarga korban berharap pihak yang mengelola aktivitas tambang tidak lepas tangan dan bertanggung jawab atas peristiwa yang merenggut nyawa Rasid. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut penyebab kecelakaan serta menelusuri dugaan pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum. (Reza Erdiansyah, SH). 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan