Bangka, penababel.web.id - Ketegangan hebat kembali pecah di tanah Bangka. Perkara sengketa ruang penghidupan antara masyarakat lokal dan korporasi memasuki babak baru yang kian memanas. Aliansi kemasyarakatan yang menamakan diri Lapan Desa (Delapan Desa) secara resmi menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran esok hari dengan target sasaran kantor Divisi 5 PT Gunung Muda Lestari (GML).
Aksi massa berskala besar ini dipicu oleh dugaan tindakan sewenang-wenang berupa pembakaran kamp-kamp milik warga desa yang disinyalir dilakukan oleh oknum Satuan Pengamanan (Satpam) PT GML.
Duduk perkara bermula ketika perwakilan manajemen PT GML dan CV TMR meminta masyarakat untuk mengosongkan area kerja mereka untuk sementara waktu. Pihak perusahaan berdalih, penertiban tersebut terpaksa dilakukan karena adanya agenda kunjungan mendadak dari jajaran Direksi PT GML serta petinggi dari CV TMR.
Masyarakat Lapan Desa, demi menjaga kondusivitas dan menunjukkan itikad baik mematuhi regulasi, memilih kooperatif. Mereka mengosongkan lokasi dan menarik mundur alat-alat kerja mereka, dengan hanya meninggalkan sakan (alat pembersih timah) serta ponton di lokasi perairan terpilih.
Namun, kepatuhan masyarakat justru dibalas dengan tindakan represif yang mencederai keadilan.
Alih-alih mendapati situasi yang aman pasca-kunjungan para bos korporasi, masyarakat justru dikejutkan dengan kepulan asap hitam yang membubung dari arah pemukiman sementara mereka. Hari ini, sejumlah kamp penampungan milik masyarakat desa kedapatan telah hangus dibakar.
Berdasarkan kesaksian dan laporan warga di lapangan, dalang di balik aksi pembakaran fasilitas warga tersebut mengarah kuat pada oknum satpam internal PT GML. Tindakan ini dinilai murni sebagai bentuk provokasi berat dan pelanggaran hak-hak masyarakat kecil yang tengah mencari nafkah.
Merasa dikhianati dan terus-menerus ditindas oleh pihak pemodal, perwakilan Lapan Desa langsung mengambil langkah konsolidasi kilat. Mereka menabuh genderang perlawanan atas ketidakadilan yang mereka alami.
"Kami sudah mengikuti aturan, alat-alat kami kosongkan. Tapi hari ini kem-kem masyarakat desa justru dibakar oleh satpam PT GML. Ini sudah terlalu kelewatan! Masyarakat kecil terus disakiti dan digencet oleh mereka-mereka yang di atas," cetus perwakilan Lapan Desa dalam seruan tertulisnya, Rabu (17/06/2026).
Massa Lapan Desa juga secara terbuka mengundang solidaritas dari para insan pers dan media nasional maupun lokal untuk mengawal langsung aksi unjuk rasa esok hari di DPC 5. Kehadiran media massa dinilai krusial untuk merekam, mendokumentasikan, dan menyuarakan perkara ini agar tidak senyap di bawah tekanan kekuasaan korporat.
