Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Terjadi Kembali 3 Karung Timah dari DU 1545 Tempilang diamankan Nelayan, Ketegasan Sanksi dan Peran Satgas Hanya Hiasan Dinding

Penulis: Belva Al Akhab, ST, Reza Erdiansyah, SH, Satrio dan Tim

Tempilang, Penababel.web.id - Kembali terjadi setelah belum lama ini ramai di pemberitaan penyelundupan terang-terangan pada 24 Mei 2026 dari pasir kuning, kini terjadi lagi upaya penyelundupan timah dari IUP PT Timah DU 1545 Laut Tempilang yang berhasil digagalkan oleh nelayan Air Lintang dan Benteng Kota pada Minggu (07/06/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. 

Timah sebanyak 3 karung ini merupakan milik DEMI yang merupakan binaan dari CV BPM dengan No 13. 

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan barang yang diamankan diduga berkaitan dengan aktivitas yang melibatkan pihak kepanitiaan yang dikenal warga dengan nama Bunuy. Sementara identitas perusahaan atau CV yang diduga terkait masih menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

Ali (56), nama samaran salah satu nelayan yang ikut mengamankan barang tersebut, mengaku prihatin karena dugaan pengiriman timah melalui jalur laut bukan lagi cerita baru di wilayah pesisir.

"Kalau masyarakat tidak peduli, mungkin barang ini sudah berangkat malam itu juga. Yang kami harapkan bukan hanya barangnya diamankan, tetapi juga siapa pemiliknya dan siapa yang mengatur pengirimannya harus diungkap," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Ucapan itu sederhana. Namun di balik kesederhanaannya tersimpan keresahan yang telah lama hidup di tengah masyarakat pesisir.

Mereka tidak sedang berbicara tentang tiga karung. Mereka sedang berbicara tentang sistem yang memungkinkan tiga karung itu sampai ke pantai.

Seorang tokoh masyarakat Tempilang yang meminta namanya tidak disebutkan bahkan menyampaikan kritik yang lebih tajam.

"Jangan hanya berhenti pada tiga karung ini. Kalau memang ada jaringan di belakangnya, harus dibongkar sampai tuntas. Jangan sampai yang terlihat hanya orang lapangan, sementara aktor yang lebih besar tidak pernah tersentuh," katanya.

Penyelidikan diminta Menyentuh Seluruh Rantai Distribusi

Warga meminta penyelidikan menyentuh seluruh rantai distribusi, mulai dari asal-usul timah, pihak yang mengumpulkan, pihak yang mengatur pengiriman hingga tujuan akhir barang tersebut.

Masyarakat meyakini praktik semacam itu tidak mungkin berdiri sendiri. Di balik satu karung biasanya ada pengumpul. Di balik pengumpul ada penghubung. Di balik penghubung ada pihak lain yang mungkin memiliki kepentingan lebih besar.

Mengungkap tiga karung tanpa mengungkap jaringan di belakangnya sama seperti memotong ranting tanpa menyentuh akar.

Permasalahan penyelundupan sering terjadi tapi tak pernah ada ditetapkan sebagai tersangka utama hingga berlalu dan hilang seperti debu yang ditiup angin. 


Peran Satgas PT Timah dan Satgas Besutan Prabowo di Pertanyakan Publik

Dengan adanya kejadian berulang seperti ini!! Kemana peran dan fungsi satgas PT Timah yang begitu banyak berada ditempilang?? Satgas besutan prabowo pun sama sekali tiada kedengaran melakukan pengungkapan kasus penyelundupan timah padahal jelas didepan mata sering terjadi penyelundupan secara terangan di Pasir Kuning, Selepek dan sekitarnya. 

Saat ini publik menantikan sanksi daripada perbuatan DEMI dan CV BPM selaku pembina dari tower DEMI yang sengaja berupaya melakukan penyelundupan. 


Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan