Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Kabid SMP: Hoax!, Viral Curhatan Tukang Cukur di Medsos Aksi Oknum Guru Asal Cukur Rambut Siswa SMP

Tanjung Pandan, Penababel.web.id — Sebuah hantaran di media sosial mendadak viral dan menyita perhatian warganet. Seorang pemotong rambut (tukang cukur) yang beroperasi di wilayah Tanjungpandan membagikan kisah prihatinnya usai mendapati seorang pelanggan anak sekolah dengan kondisi rambut yang tercukur acak-acakan diduga akibat tindakan oknum seorang guru di Tanjungpandan. 

Dalam unggahan di medsos tersebut, sang tukang cukur menceritakan kedatangan seorang siswa yang baru masuk jenjang SMP dengan mengenakan topi. Saat topi dilepas, ia terkejut melihat kondisi potongannya yang terkesan 'dihakimi' secara tidak beraturan.

Ia pun menyuarakan keluh kesahnya menggunakan bahasa daerah setempat:

"Nak curhat sikit. Tadik sure Ade pelanggan nak cukur rambut di tempat aq. Die pakai topi, baru masok SMP. Pas AQ liat parah benar di kedidaleh guru. AQ ajak sebagai tukang cukur la bingung nak mutong kiape. DK di putong ngasin. Isak ketempat cukor lain. Ndk anak tukang cukor lain mutongnye. Karne di buat model baskat ajak. Ndk dapt," terangnya.

Lebih lanjut, ia memberikan saran konstruktif kepada pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terulang dan merugikan para siswa. Bahkan, ia bersedia menawarkan jasanya secara cuma-cuma demi menjaga kerapian para murid tanpa harus merusak penampilan mereka.

"Maaf sebelumnya kalok langcang untuk para guru guru. Kalok emng rambut siswanye ndk sesuai atoran sekula. Kuang panggil AQ ajak ke sekula. Biar Usa mayar. Ngasin anak urang di buat kayak gitu. Sebab AQ liat siswa tersebut isak potong sebelumnya. Lumayan pendek. Karne samping Nye model fide. Untong urang tuenye ndk mara," tambahnya.

Di akhir hantarannya, ia menegaskan pandangannya terkait batasan kerapian rambut anak sekolah yang menurutnya tidak perlu disamakan dengan standar ketat institusi militer.

"Menurud AQ sebagai tukang cukur udah kelewatan oknum guruh kayak gini. Rambut untuk anak sekola itu yg penting rapih pendek Uda benar. Karna Siwa sekola bukan siswa militer. Maaf jika ada sala kata," tutupnya.

Unggahan tersebut langsung menuai beragam tanggapan dari netizen dan menjadi pembicaraan hangat.

Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Yanti Ariska, memberikan penegasan terkait kebenaran informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak dinas telah bergerak cepat melakukan penelusuran ke sekolah-sekolah sejak kabar tersebut mencuat.

"Ya... dari hari pertama muncul berita itu, sudah ibu konfirmasi ke sekolah-sekolah SMP dan tidak ada satupun sekolah SMP yang melakukan itu, "tegas Yanti Ariska. (21/07/26). 

Lebih lanjut, Yanti menjelaskan bahwa dirinya juga telah menghubungi pembuat unggahan viral tersebut untuk mengklarifikasi detail kejadian. Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui bahwa sang tukang cukur itu juga tidak mengetahui secara pasti asal sekolah maupun identitas siswa yang bersangkutan.

"Sudah ibu telepon. tukang cukurnya mengatakan bahwa tidak tahu persis murid mana itu. Intinya sampai sekarang tidak ibu temukan kebenaran berita tersebut, (Hoax)," pungkasnya. (RED).

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan