Manggar, Penababel.web.id — Tingkat inflasi tahunan *(year-on-year/y-on-y)* di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 108,59. Capaian ini menunjukkan kondisi inflasi daerah yang tetap terkendali dan berada dalam target sasaran nasional.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Beltim, Senin (3/8/2026), inflasi bulanan *(month-to-month/m-to-m)* berada di angka 0,22 persen, sedangkan inflasi tahun berjalan *(year-to-date/y-to-d)* tercatat sebesar 1,29 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Beltim, Fetia Nursih Widiastuti, menjelaskan bahwa inflasi tahunan terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, seperti:
* Makanan, minuman, dan tembakau.
* Perawatan pribadi dan jasa lainnya.
* Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga
"Untuk inflasi tahunan, perbandingan dilakukan antara kondisi harga Juli 2026 dengan Juli 2025. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang terbesar karena tingkat gejolak harganya cukup tinggi," ujar Fetia usai Pemaparan BRS Perkembangan IHK Juli 2026 di Ruang Pertemuan BPS Beltim.
Beberapa komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan meliputi cumi-cumi, ikan kembung, perhiasan emas, serta Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan harga BBM dipengaruhi oleh dinamika harga energi nasional, sementara komoditas perikanan dipengaruhi faktor cuaca laut yang menekan volume tangkapan nelayan.
Adapun untuk inflasi bulanan *(m-to-m)* Juli 2026, dorongan utama kenaikan harga didominasi oleh kelompok hasil laut, seperti ikan ekor kuning, ikan kembung, dan ikan bulat.
Merespons perkembangan tersebut, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Beltim, Zikril, menyampaikan bahwa fluktuasi harga hasil laut merupakan dampak langsung dari dinamika cuaca. Namun demikian, dampak tersebut sejauh ini masih tertutupi oleh peningkatan pasokan daging ayam serta stabilnya harga cabai dan bawang.
Menghadapi potensi risiko di bulan mendatang, Pemkab Beltim mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Memasuki bulan Agustus, kita perlu mengantisipasi potensi kenaikan harga ikan akibat gelombang laut tinggi, serta potensi kenaikan harga sayuran akibat berkurangnya pasokan di musim kemarau," tegas Zikril.
Pemerintah Kabupaten Beltim meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama jajaran Perangkat Daerah untuk terus memperkuat koordinasi, mengintensifkan pemantauan harga, serta memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok di pasar.
"Langkah-langkah strategis dan terukur harus terus dilakukan agar inflasi tetap terjaga pada rentang yang aman, sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi," tambahnya.
Rilis BRS Perkembangan IHK merupakan agenda rutin awal bulan yang diselenggarakan BPS Kabupaten Beltim. Kegiatan kali ini turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Beltim, Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Beltim Bayu Priyambodo, jajaran pimpinan OPD terkait, serta Satgas Pangan Polres Belitung Timur. (Dedy)
