Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Sinergi Pelayanan Darurat: DPD PSI Belitung Gelar Audiensi dengan Dinkes, Dorong Penguatan PSC 119

TANJUNGPANDAN, Penababel.web.id — Guna meningkatkan efektivitas pelayanan kegawatdaruratan di Kabupaten Belitung, DPD PSI Kabupaten Belitung menggelar audiensi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung serta tim Public Safety Center (PSC) 119 pada Senin (10/8/2026).

Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Belitung, Wyllianto, S.E., didampingi Koordinator PSI Peduli Kabupaten Belitung, Teguh Trinanda. Pertemuan ini berfokus pada diskusi terbuka mengenai penguatan sinergi antara fasilitas kesehatan pemerintah dan armada ambulans kemanusiaan berbasis masyarakat.

Selama tujuh bulan mengoperasikan layanan Ambulans DPD PSI Belitung, tim lapangan menemukan beragam kebutuhan riil masyarakat—mulai dari penanganan kondisi darurat hingga kebutuhan transportasi non-darurat.

Pengalaman mendalam ini menjadi pijakan bagi PSI Belitung untuk mengusulkan pentingnya integrasi jaringan armada relawan (seperti armada PSI Peduli, Lazismu, PMI, dan lembaga sosial lainnya) ke dalam sistem koordinasi PSC 119.

Ketua DPD PSI Kabupaten Belitung, Wyllianto, S.E., mengapresiasi keterbukaan Dinkes Belitung dan Tim PSC 119 dalam membangun dialog yang konstruktif.

“Pelayanan kesehatan adalah prioritas bersama. Masukan yang kami sampaikan bersumber dari dinamika yang kami temui langsung di lapangan. Kami menyadari pemerintah daerah memiliki regulasi dan tata kelola tersendiri; kehadiran kami adalah untuk melengkapi dan bersama-sama memperkuat pelayanan publik,”ujar Wyllianto.

Ia menekankan komitmen PSI untuk terus menjadi mitra kritis strategis yang solutif bagi Pemkab Belitung.

Koordinator PSI Peduli Belitung, Teguh Trinanda, menambahkan bahwa kebutuhan masyarakat sangat bervariasi, sehingga keterlibatan ambulans komunitas sangat krusial untuk mengisi ruang penanganan yang belum terjangkau.

“Kami mendorong adanya pembinaan mendalam dan arahan teknis dari Dinkes bagi para pengelola dan pengemudi ambulans masyarakat. Edukasi standar penanganan medis awal sangat penting agar layanan yang diberikan relawan semakin aman, tepat, dan sesuai standar ketenagakerjaan medis,” terang Teguh.

Dalam audiensi tersebut, DPD PSI Belitung menyerahkan enam poin usulan strategis untuk ditindaklanjuti bersama:

1. Perluasan Jangkauan PSC 119: Memastikan jangkauan respons cepat menyasar hingga ke pelosok daerah.

2. Penguatan Sistem Koordinasi Terpadu: Membangun alur komunikasi terintegrasi antara PSC 119 dan penyedia ambulans swadaya/organisasi masyarakat.

3. Standarisasi & Edukasi SDM: Pelatihan berkala bagi pengemudi dan relawan ambulans non-pemerintah.

4. Optimalisasi Layanan 24 Jam: Meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan ketersediaan petugas darurat sepanjang waktu.

5. Gencarkan Sosialisasi PSC 119: Edukasi masif kepada masyarakat terkait akses panggilan darurat dan mekanisme pelaporannya.

6. Layanan Transportasi Pasien Non-Darurat: Penyediaan skema pemulangan pasien, pengantaran pasien kontrol rutin, serta pasien hemodialisis (cuci darah).

Pihak Dinkes Kabupaten Belitung dan Tim PSC 119 menyambut baik sinergi dan poin usulan yang disampaikan. Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan koordinasi teknis secara berkala.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi sosial, diharapkan pelayanan kegawatdaruratan di Kabupaten Belitung semakin cepat, tepat, terkoordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan