Tanjungpandan, penababel.web.id - Menanggapi laporan mengenai hilangnya pelampung pembatas penanda jalur laut di perairan Tanjungpandan, tepatnya di depan pulau kalimoa, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Belitung langsung mengambil langkah taktis.
Kedua instansi tersebut bergerak cepat melakukan koordinasi intensif dengan pihak Distrik Navigasi guna memonitor dan mengatasi permasalahan tersebut demi menjamin keselamatan pelayaran.
Kepala KSOP kelas IV Tanjungpandan Belitung menegaskan bahwa keberadaan pelampung jalur laut tersebut sangat vital sebagai pemandu navigasi bagi kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan, terutama untuk menghindari area dangkal atau karang berbahaya.
"Begitu menerima informasi adanya pelampung penanda jalur yang bergeser atau hilang, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Navigasi sebagai instansi yang berwenang penuh terhadap Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Ini menyangkut keselamatan nyawa dan aset di laut, jadi tidak boleh ada penundaan," ujar Bambang Candra, SE,. M.M. Kepala Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas IV Tanjungpandan Sinergi untuk Antisipasi Bahaya Pelayaran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Tanjungpandan Belitung Firdaus Zamri, menyatakan dukungannya dalam proses monitoring dan penyebaran informasi kepada para pelaku usaha pelayaran, nelayan, dan nahkoda kapal lokal.
Dishub mengimbau seluruh pengguna jalur laut untuk meningkatkan kewaspadaan selama proses penanganan ini berlangsung.
Berikut adalah beberapa poin langkah darurat yang disepakati dalam koordinasi tersebut:
- Pemantauan Intensif: Pihak Navigasi Tanjungpandan segera melakukan pelacakan koordinat terakhir pelampung yang hilang serta memeriksa apakah pelampung tersebut hanyut akibat cuaca buruk atau hal lain.
- Penerbitan Warning (Notice to Mariners): Mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada para nahkoda kapal yang akan melintasi perairan Tanjungpandan agar lebih berhati-hati saat bernavigasi.
- Rencana Pemasangan Kembali: Menyiapkan armada dan personel untuk segera melakukan perbaikan atau pemasangan pelampung cadangan di titik jalur laut tersebut sekiranya pelampung utama tidak ditemukan dalam waktu dekat.
- Imbauan Kepada Masyarakat dan Nahkoda
Pihak otoritas pelabuhan juga meminta bantuan aktif dari masyarakat nelayan. Jika melihat atau menemukan pelampung navigasi yang hanyut terombang-ambing di laut, diharapkan segera melapor ke pihak KSOP, Dishub, atau pos jaga Navigasi terdekat.
Dengan adanya respons cepat dan sinergi antar-instansi ini, diharapkan jalur perlintasan laut di Tanjungpandan tetap aman terkendali, dan aktivitas perekonomian serta transportasi laut masyarakat tidak terganggu. (Red)
