Tanjungpandan, penababel.web.id - Grup Pancing Joran Sintak (GPJS) bersama Forum Nelayan Baro (FNB) memberikan apresiasi tinggi kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Belitung. Apresiasi ini diberikan atas respon cepat dan langkah taktis kedua instansi tersebut dalam menyikapi hilangnya pelampung suar di jalur pelayaran laut setempat.
Hilangnya alat bantu navigasi pelayaran tersebut sempat memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha transportasi laut dan para nelayan tradisional, mengingat pentingnya fungsi pelampung tersebut untuk memandu kapal keluar masuk pelabuhan dengan aman.
Sinergi Cepat Demi Keselamatan Ketua GPJS Indra, menyatakan bahwa respons yang ditunjukkan oleh KSOP dan Dishub Tanjungpandan merupakan bentuk nyata dari pelayanan publik yang prima dan kepedulian terhadap keselamatan jiwa di laut.
"Kami sangat mengapresiasi koordinasi cepat yang dibangun oleh KSOP dan Dishub Tanjungpandan. Kehilangan pelampung jalur laut bukanlah masalah sepele, karena menyangkut navigasi dan keselamatan ratusan nelayan serta kapal yang melintas setiap hari. Tanggapan cepat ini berhasil meredam kekhawatiran kami," ujarnya.
Senada dengan Ketua GPJS, Ketua FNB Erwin, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. Menurutnya, "hilangnya pelampung tersebut langsung direspon dengan langkah-langkah mitigasi di lapangan, termasuk koordinasi untuk pemasangan rambu sementara atau penanda alternatif," terangnya.
Dampak Positif Langkah KSOP & Dishub:
-Menekan Risiko Kecelakaan: Meminimalisir potensi kapal kandas akibat salah jalur.
-Menjaga Kelancaran Logistik: Memastikan alur distribusi barang ke Tanjungpandan tetap berjalan normal.
-Ketenangan Nelayan: Memberikan rasa aman bagi nelayan lokal saat melaut di malam hari.
Selain memberikan apresiasi, GPJS dan FNB juga mengimbau kepada seluruh masyarakat pesisir, nakhoda, dan pengguna jasa laut untuk ikut serta mengawasi dan menjaga sarana bantu navigasi yang ada.
"Fasilitas keselamatan seperti pelampung suar adalah aset vital bersama yang harus dijaga dari tindakan vandalisme maupun kelalaian saat beraktivitas di laut. Ke depan, pihak asosiasi berharap sinergi yang baik antara pemangku kebijakan (regulator) dan masyarakat maritim seperti ini dapat terus dipertahankan demi kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Tanjungpandan," tutup Ketua GPJS dan Ketua FNB serentak.
