Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Lukman Tunjukan Sikap "Nonsense" Ketika di Konfirmasi Terkait Polemik Tak Berkesudahan Pendangkalan Muara Air Kantung Jeliti

Bangka, penababel.web.id - Pendangkalan Muara Air Kantung (Jeliti) Sungailiat yang menyengsarakan nelayan, semakin kesini bukan tambah tertata justru semakin kacau balau alur lalu lintas dimuara Air kantung Jeliti dari puluhan tahun silam hingga kini tak pernah usai polemik kisruh nya antara pendangkalan Alur yang di sebabkan oleh praktek penambangan Timah di area muara, meskipun dari sisi nelayan telah terbentuk berbagai Ormas yang mengatasnamakan kepentingan nelayan, namun kesengsaraan nelayan ternyata dimanfaatkan oleh segelintir orang yang punya kepentingan dengan kantong pribadi dan golongannya.

Yang menjadi kontradiksi dipolemik antara nelayan dan para penambang yang tak berkesudahan ini terlihat jelas konspirasi busuk urusan perut dari para tokoh masyarakat, nelayan yang dianggap sebagai panutan untuk mengatur, mengayomi dan memberikan perlindungan hukum pada masyarakat nelayan ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di lapangan.

Ditubuh HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) ini terpecah menjadi 2 kubu : 

1. Kubu Ahim sebagai ketua DPD dan Lukman sebagai Ketua DPC Bangka

2. Kubu Ridwan (Mantan Camat) sebagai Ketua DPD dan Slamet sebagai Ketua DPC Bangka

Di satu tubuh saja bisa terbelah seperti AMUBA yang cara berkembang biaknya dengan membelah diri, jadi sangat Antitesa banget dengan visi misi HNSI mengatur dan menjaga tubuh sendiri saja berantakan bagaimana mungkin bisa keluar untuk mengatur kepentingan masyarakat nelayan dan juga Pro Penambang.

Lukman, Spd. Yang berprofesi sebagai pengajar salah satu Sekolah Dasar di Desa Kayu Besi, untuk kegiatan kemasyarakatan Lukman memimpin atau mengetuai DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kabupaten Bangka, sebagai Pendidik juga orang yang dipercaya oleh masyarakat Nelayan harus tahu aturan tertulis maupun Lisan terkait Visi Misinya HNSI, bukan malah berdiri diantara Dua kaki, antara kepentingan nelayan dan para penambang, disini peran Lukman harusnya berpihak pada nelayan bukan jadi SENGKUNI Jilat sana jilat sini dan sangat OPORTUNIS sekali...siapa yang sangat diRugikan ??? Nelayan Kah ?? Penambang kah ?!? 

​Upaya konfirmasi resmi yang dilayangkan SMSI Bangka kepada Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Lukman, pada Rabu (10/6/2026), berujung polemik. Lukman menolak memberikan klarifikasi melalui pesan singkat WHATSAPP dan tak ada respon apalagi jawaban.

Penababel.web.id Bangka berupaya mengurai benang kusut sengketa pendangkalan Muara Jeliti yang tak kunjung usai, meski pemerintah telah berulang kali turun tangan. Dampak nyata dari mandeknya penyelesaian ini dirasakan langsung oleh ratusan nelayan lokal yang kesulitan melaut.

​Guna menjaga keberimbangan berita (cover both sides), SMSI Bangka mengirimkan surat pesan via WA kepada Lukman selaku Ketua HNSI Bangka. Langkah ini diambil atas arahan langsung dari Ketua HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Himma Olivia (Ahim), yang meminta agar SMSI melakukan klarifikasi langsung ke tingkat daerah terkait dinamika di Muara Jeliti. Namun tak ada jawaban maupun respon. 

​Sikap defensif yang ditunjukkan Ketua HNSI Bangka ini menimbulkan spekulasi di kalangan penggiat kontrol sosial, apakah institusi yang seharusnya menaungi nasib nelayan tersebut kini justru diduga dimanfaatkan demi kepentingan kelompok atau pribadi tertentu.

​Hingga berita ini diturunkan, penababel.web.id Bangka menyayangkan buruknya cara berkomunikasi seorang pemimpin organisasi publik. Padahal, transparansi informasi sangat dibutuhkan agar nasib para nelayan di Muara Air Kantung tidak terus-menerus menjadi korban dari konflik kepentingan yang tidak berkesudahan. (Rony Christyawan.S,pd. S,H/ Alitopan). 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan